Interior Desain Rumah Type 36

Interior Desain Rumah Type 36 Desain interior yaitu Ilmu yang mempelajari perancangan suatu karya seni yang ada di dalam suatu bangunan dan diaplikasikan untuk memecahkan problem manusia. Salah satu bidang study keilmuan yang didasarkan pada ilmu desain, bidang keilmuan ini bertujuan untuk dapat menghasilkan suatu lingkungan binaan (ruang dalam) beserta elemen-elemen pensupportnya, baik jasmaniah maupun nonfisik. Sehingga kwalitas kehidupan manusia yang berada didalamnya menjadi lebih bagus. Perancangan interior meliputi bidang arsitektur yang melingkupi komponen dalam suatu bangunan. Figur : Perancangan interior konsisten, bergerak, maupun dekoratif yang bersifat sementara.

Misalkan pada profesi desain dibagi menjadi 3 kategori, yakni:

Perancangan interior tetap, perancangan desain inerior mulai dari merencana denah existing bangunan, lay-out, floor plan, ceiling plan, potongan, aksonometri, terperinci, perspektif, maket, animasi, dan teknis presentasi lainnya.

Perancangan Interior Desain Rumah Type 36 bergerak (moveable), perancangan desain interior yang bersifat mikro, misalkan pembuatan desain furniture, desain produk, desain landscape interior, handycraft, dsb.

Perancangan decoratif, perancangan yang bersifat menghias, misalkan mendesain hiasan pesta pernikahan, mendesain pesta ulang tahun, dan lainnya.

Tujuan dari perancangan Interior Desain Rumah Type 36 secara garis besar yaitu:

Untuk menghasilkan lingkungan bina yang fungsional dan menawan, kecuali itu dapat menunjang kenyamanan user dalam beraktivitas di dalam ruang.

Interior merupakan sesuatu yang berada di dalam bangunan. Dapat juga diistilahkan seperti desain atau dekorasi di dalam struktur.

Interior memadukan semua hal yang terkait erat dengan warna, tekstur, dan lainnya.
Dipakai pada iklim atau cuaca yang berbeda.

Harus memiliki kreativitas. Maksudnya yakni interior terus berkembang sesuai dengan kreativitas desainernya agar tak monoton karena dapat menimbulkan kesan membosankan pada ruang. Kian tinggi kreativitas dari sang desainer maka kian bervariasi karya yang akan ia hasilkan.

Elemen-elemen pembentuk interior

Interior suatu ruangan disusun lewat unsur-unsur pembentuk yang saling berkaitan. Elemen-unsur tersebut menjadi hal yang paling mendasar dalam perancangan interior suatu ruangan. Adapun faktor-faktor interior terdiri dari:

  • Plafond: komponen dari interior yang berada di paling atas sebagai penutup ruang.
  • Dinding: komponen sari interior yang posisinya di tengah/memutari/membentuk ruang sebagai pembatas ruang.
  • Lantai: komponen paling bawah dari ruangan sebagai alas ruang tersebut.

Dalam penataan ruang Interior Desain Rumah Type 36 terdapat hal-hal yang berkaitan seperti :

Geometri atau ukuran penting erat kaitannya dengan interior karena akan mempengaruhi rancangan yang akan dihasilkan. Aspek-aspek yang dipertimbangkan adalah: (a) Format: meliputi bagaimana orientasi ruang dan karakteristiknya; dan (b) Dimensi: lebih ke ukuran, peredaran, ruang gerak, dsb.

Material, mempunyai peranan besar terhadap rancangan interior, merupakan memberi pengaruh tampilan atau visual pada ruang. Contoh-hal yang mencakup setting material adalah: (a) Bahan: bahan yang diaplikasikan pada faktor-elemen pembentuk, model: keramik, parket kayu; (b) Tekstur: pola atau alur yang bisa dirasakan oleh kulit, teladan: dinding yang halus, plesteran kasar; (c) Warna: memberikan tampilan visual yang secara tak seketika bisa menandakan karakter atau emosi dari ruang.

Furniture yakni alat atau obyek yang dipakai sebagai pendukung aktivitas dalam ruang. Peletakannya disesuaikan dengan luas dan peredaran ruang. Ukurannya sendiri dibuat standar untuk kenyamanan user, cuma formatnya yang bervariasi. Furniture ada dua tipe, yakni: (a) Furniture utama : digunakan sebagai pendukung aktivitas, contoh: meja, kursi, sofa, daerah tidur; (b) Furniture tambahan: diaplikasikan sebagai pelengkap dari furniture utama, kotak alat tulis pada meja kerja.

Pencahayaan bisa memberi pengaruh karakter ruang. Intensitas sinar juga ditentukan oleh ragam aktivitas yang ada pada ruang hal yang demikian untuk kenyaman user. Contoh: ruang kerja dengan penerangan yang cukup, ruang tidur dengan lampu temaram supaya user dapat beristirahat tanpa merasa silau.

Setting additional, komponen ini bersifat dekoratif atau pemanis ruang, contoh: vas, lukisan, tanaman hias, dll.

PRINSIP – PRINSIP DASAR Interior Desain Rumah Type 36

Terdapat tujuh prinsip dasar yang diwadahi dalam Interior Desain Rumah Type 36, antara lain :

Unity and Harmony
Tak suatu ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan dimana semua elemen yang ada saling melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasislkan komposisi yang seimbang.

Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan berarti tidak “berat” sebelah. Semua terlalu condong ke sisi sebelah kanan atau kiri atau atas dan sebagainya. Ialah sesuatu yang berimbang akan menciptakan unity dan harmony.

Keseimbangan dibagi menjadi 3 merupakan:

Keseimbangan Simetris: Keseimbangan simetris terjadi kalau berat visual dari unsur-faktor desain terbagi secara merata bagus dari segi horizontal ataupun vertikal. Gaya ini mengandalkan keseimbangan berupa dua unsur yang mirip dari dua sisi yang berbeda.

Keseimbangan Asimetris: Keseimbangan asimetris terjadi dikala berat visual dari faktor desain tak merata di poros tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk menempuh keseimbangan dengan tak beraturan.

Keseimbangan Radial: Misalnya ketika seluruh element desain tersusun dan berkonsentrasi di tengah. Dapat: Tangga berbentuk spiral.

Vocal Point
Vocal Point disini maksudnya yaitu dialek yang menjadi tenaga tarik ruangan. Bisa satu atau lebih. Bisa vocal point pada ruangan adalah jendela besar yang ada di ruangan, perapian atau bisa juga lukisan. Pemberian warna atau mendetail dan format tertentu juga dapat dihasilkan sebagai vocal point.

Ritme
Dalam desain interior, irama merupakan semua pola pengulangan perihal visual. Irama didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir.

Detail
Detil pada desain interior meliputi semua perlengkapan yang ada pada ruangan. Mulai dari furniture utama, furniture tambahan, hingga furniture artivasial. Mendetail-detil hal yang demikian juga berdampak besar kepada suasana ruang yang tercipta.

Skala dan Proporsi
Kedua prinsip desain yang berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan dengan ukuran dan format. Skala dan proporsi disini berdampak terhadap tingkat kenyamanan civitas yang berada di dalam ruangan.

Warna
Warna pada desain interior berakibat terhadap mood dan suasana ruang. Warna-warna yang soft akan cenderung menjadikan suasana ruang yang menenangkan, walaupun warna-warna cerah akan memberikan suasana ruang yang menyegarkan.

KONSEP DESAIN INTERIOR

Ada sebagian konsep yang biasanya diterapkan dalam perapihan desain, diantaranya :

1. Rustik

Secara harfiah, Rustik diistilahkan sebagai sesuatu yang sederhana, tidak berseni dan kasar. Rustic dalam bahasa Indonesia berarti ‘berkarat’ atau tua, dan mempunyai tekstur yang kasar dan tak difinish-ing dengan bagus. Konsep rustik yakni konsep yang berbasis pada kesadaran terhadap lingkungan dan dideskripsikan sebagai berbagai gaya yang menekankan pada alam serta unsur material yang belum terpabrikasi. Desain rustik adalah desain yang membawa suasana alam ke dalam ruangan. Gaya rustik bisa diartikan sebagai gaya dalam desain arsitektur dan interior yang menitikberatkan pada kesan alami, dari material yang tak difinish-ing atau dihaluskan, semisal kayu, batu, logam, dan sebagainya

Desain interior bangunan bergaya rustik yaitu desain yang mengutamakan bahan natural, berkarat, lapuk, dan di rancang menjadi elemen ruang. Dalam pengaplikasiannya terdapat sebagian bahan kunci yang bisa menandakan desain rustik. Seperti kayu, batu alam, logam, dsb. Desain interior rustik modern akan membikin pengguna ruang merasa seperti kembali ke pedesaan tapi dengan pemikiran masa kini. Gaya rustik mengutamakan perancangan suasna ruang supaya terasa hangat dan nyaman. Kaprah pada dasarnya, gaya rustik berawal dari rumah log kayu yang dibangun di daerah iklim kutub. Demi menghangatnkan diri, karenanya diterapkan material yang cocok dan compatible seperti logwood yang dibentuk di semua elemen ruang. Warna-warna yang digunakan pada ruang rustik merupakan warna yang membuat kesan hangat dan tenang seperti coklat, cream, putih, dan sebagainya serta warna yang berkesan kuat seperti hitam, coklat tua, dan lain-lain.

2. Konsep Klasik

Konsep klasik berasal dari gaya Yunani dan Romawi dimana konsep ini berbasispada susunan, keseimbangan, dan harmonisasi yang total. Desain klasik tidak termasuk faktor modern dan pengaruh yang terjadi saat ini. Interior klasik berangkat dari kebiasaan. Sebuah ruang yang didesain dengan konsep klasik mempunyai banyak titik konsentrasi. tungku api, meja besar, dan tangga yang megah ialah beberapa spot fokus yang acap kali dipakai. Konsep klasik mewujudkan tampilan yang megah dan mewah. Konsep ini tak jarang diaplikasikan untuk menghasilkan citra terbaik dan sempurna sebab menggunakan perhitungan filosofi arsitektur terkemuka pada zaman lampau. Kekurangan konsep klasik berlokasi pada penggunaan material yang lebih banyak dan tidak efisien dalam waktu untuk prosesnya.

3. Konsep modern minimalis

Interior Desain Rumah Type 36 dengan gaya minimalis sudah ada sejak lama, sehingga tak asing lagi gaya minimalis diaplikasikan untuk sebuah desain rumah. Meskipun-kira pada tahun 1920 silam, desain minimalis sudah mulai berkembang melainkan belum demikian itu familiar seperti ketika ini. Barulah pada tahun 1990 konsep yang mengusung kesederhanaan ini mulai banyak dikenal orang dan terus mengalami perkembangan yang seperti itu cepat sepuluh tahun kemudian atau pada tahun 2000 sampai sekarang. Banyak orang berpendapat bahwa konsep minimalis yakni suatu desain yang akan menghasilkan ruang simpel tetapi tetap mempunyai poin keindahan dan ruang yang lebih besar dan lapang. Misalnya konsep sejati dari desain minimalis tak cuma itu saja. Salah satu alasan utama dari munculnya desain minimalis ialah sebagai salah satu wujud protes terhadap sebagian aliran arsitektur yang dianggap boros, dalam menerapkan bahan untuk bangunan yang tak ramah kepada alam. Lazimnya penggunaan kayu yang berlebihan untuk bahan bangunan atau pembuatan interior yang diambil dari alam, padahal manusia tak bisa memproduksinya sendiri.

Konsep minimalis lebih mengutamakan fungsi dari pemakaian bahan bangunan dan aksesoris secara lebih optimal. Konsep ini juga senantiasa menghindari pengaplikasian ornamen atau hiasan rumah yang di anggap tak perlu. Sehingga efisiensi terhadap pengaplikasian bahan material harus di batasi. ini menghasilkan tantangan bagi arsitek dalam membikin rancangan atau desain pada bangunan baru. Sehingga kini banyak bermunculan pandangan baru-ide baru yang ditimbulkan oleh para arsitektur untuk menerima komposisi baru yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

4. Konsep futuristik

Futuristik mempunyai arti yang bersifat mengarah atau menuju masa depan. Citra futuristik pada ruang berarti citra yang mengesankan bahwa ruang itu berorientasi ke masa depan atau citra bahwa bangunan itu senantiasa mencontoh perkembangan jaman yang digambarkan lewat ekspresi ruang. Konsep ini didasarkan pada khayalan dan pemahaman desainer terhadap sebuah ruangan dan objek obyek masa depan. menerapkan bahan bahan atau material logam/ kombinasi dan contoh yang biasa digunakan untuk pesawat ulang alik. Kelebihan konsep ini berlokasi pada desain yang bersifat iconic yang berbeda dengan lingkungan sekitar. Kekurangannya yakni pada harga material yang mahal sebab kebanyakan mengandung faktor/ material logam dan kombinasinya sebagai finishing akhir

5. Konsep Eklektik

Ekletik berarti memadukan faktor terbaik yang ada dari tiap-tiap gaya. Anda memerlukan ruang lebih besar untuk bereksperimen dalam nuansa eklektik yang memadukan warna, corak, dan aksesor. Kelebihan nuansa eklektik ialah menjadikan rumah lebih segar, mempesona, hangat, dan homey . Dalam gaya/style ini, anda dituntut untuk lebih peka sehingga bisa menyeimbangkan bermacam-macam unsur, rupa-rupa gaya yang disisipkan pasti lebih enak diamati.

Untuk Interior Desain Rumah Type 36 serahkan kepada kami!

Powl Studio Workshop

Jl Cidadap Girang Baru no.26 Setiabudi. Bandung

KIRIM KAMI PESAN

Email:
info@jasainteriordesign.com
powlstudio@gmail.com

Telepon:
+62 896 7799 2230

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call 089677992230
Chat Whatsapp