peralatan – POWL didirikan oleh Paul Pratama layanan kami ialah desain dan furniture produsen interior. Mereka bekerja dengan dua saudara Paula dan Paulin. Nama ini berasal dari nama pendirinya “Paul” menjadi Powl. Powl bertujuan untuk membuat-desain temuan dan mengubah nilai. Kami prihatin untuk mengembangkan bahan limbah atau sesuatu nilai yang tak berguna dan un. Kami berkeinginan mengubah sesuatu menjadi lebih baik. Kami percaya tak ada yang lebih menawan dari cinta. Untuk mengembangkan adat istiadat perusahaan kami dan produk kami, kami bekerja menurut nilai-nilai kita. Makna kami : P = Passionate O = Originality W = Wonderfull L = Long lasting. LOGO: bentuk Logo terinspirasi oleh +/- gambaran yang memiliki dua gambar arti apabila kita berpikir sisi yang berbeda. Kami menggabungkan konsep ini dengan logo daur ulang. Akhirnya logo kami memiliki dua garis, garis hitam dan garis putih yang tak dapat bersatu sama lain. Konsep ini seperti konsep Yin dan Yang. Kami juga mengadopsi konsep Yin Yang tentang harmoni hidup. Kami berkepentingan untuk alam dan lingkungan. Kami percaya kami dapat harmonis hidup dengan alam apabila kita peduli dengan mereka. – jasa interior design –

Desain interior ialah Ilmu yang mempelajari perancangan suatu karya seni yang ada di dalam suatu bangunan dan diaplikasikan untuk menuntaskan keadaan susah manusia. Salah satu bidang study keilmuan yang didasarkan pada ilmu desain, bidang keilmuan ini bertujuan untuk dapat menghasilkan suatu lingkungan binaan (ruang dalam) beserta elemen-elemen pensupportnya, baik jasmani maupun nonfisik. Sehingga kualitas kehidupan manusia yang berada didalamnya menjadi lebih baik. Perancangan interior meliputi bidang arsitektur yang melingkupi bagian dalam suatu bangunan. Contoh : Perancangan interior konsisten, bergerak, maupun dekoratif yang bersifat sementara.

Misalkan pada pekerjaan desain dibagi menjadi 3 golongan, ialah:

Perancangan interior konsisten, perancangan desain inerior mulai dari merencana denah existing bangunan, lay-out, floor plan, ceiling plan, potongan, aksonometri, mendetail, perspektif, maket, kartun, dan teknis presentasi lainnya.
Perancangan interior bergerak (moveable), perancangan desain interior yang bersifat mikro, misalkan pembuatan desain furniture, desain produk, desain landscape interior, handycraft, dan lain-lain.
Perancangan decoratif, perancangan yang bersifat menghias, misalkan mendesain hiasan pesta pernikahan, mendesain pesta ulang tahun, dan lain-lain.
Tujuan dari perancangan interior secara garis besar ialah:

Untuk menghasilkan lingkungan bina yang fungsional dan menawan, selain itu dapat menunjang kenyamanan user dalam beraktivitas di dalam ruang.
Interior ialah sesuatu yang berada di dalam bangunan. Bisa juga diartikan seperti desain atau dekorasi di dalam struktur.
Interior memadukan seluruh hal yang berkaitan erat dengan warna, tekstur, dan lainnya.
Diaplikasikan pada iklim atau cuaca yang berbeda.
Seharusnya memiliki kreativitas. Maksudnya ialah interior terus berkembang cocok dengan kreativitas desainernya supaya tak monoton karena dapat menimbulkan kesan membosankan pada ruang. Semakin tinggi kreativitas dari sang desainer maka kian bervariasi karya yang akan dia hasilkan.

Elemen-elemen pembentuk interior

Interior suatu ruangan disusun lewat elemen-elemen pembentuk yang saling berkaitan. Elemen-elemen hal yang demikian menjadi hal yang paling mendasar dalam perancangan interior suatu ruangan. Adapun elemen-elemen interior terdiri dari:

Plafond: bagian dari interior yang berada di paling atas sebagai penutup ruang.
Dinding: bagian sari interior yang posisinya di tengah/mengelilingi/membentuk ruang sebagai pembatas ruang.
Lantai: bagian paling bawah dari ruangan sebagai alas ruang hal yang demikian.

Dalam pembenahan ruang interior terdapat hal-hal yang berkaitan seperti :

Geometri atau ukuran penting erat kaitannya dengan interior karena akan memberi pengaruh rancangan yang akan diciptakan. Aspek-aspek yang dipertimbangkan ialah: (a) Wujud: meliputi bagaimana orientasi ruang dan karakteristiknya; dan (b) Dimensi: lebih ke ukuran, peredaran, ruang gerak, dsb.
Material, memiliki peranan besar terhadap rancangan interior, ialah memberi pengaruh tampilan atau visual pada ruang. Contoh-hal yang meliputi setting material ialah: (a) Bahan: bahan yang diaplikasikan pada elemen-elemen pembentuk, model: keramik, parket kayu; (b) Tekstur: pola atau alur yang dapat dinikmati oleh kulit, model: dinding yang halus, plesteran kasar; (c) Warna: memberikan tampilan visual yang secara tak langsung dapat membuktikan karakter atau emosional dari ruang.
Furniture ialah alat atau obyek yang diaplikasikan sebagai penyokong aktivitas dalam ruang. Peletakannya disesuaikan dengan luas dan peredaran ruang. Ukurannya sendiri diciptakan standar untuk kenyamanan user, cuma formatnya yang bervariasi. Furniture ada dua macam, ialah: (a) Furniture utama : diaplikasikan sebagai penyokong aktivitas, model: meja, kursi, sofa, daerah tidur; (b) Furniture tambahan: diaplikasikan sebagai komplemen dari furniture utama, kotak alat tulis pada meja kerja.
Pencahayaan dapat memberi pengaruh karakter ruang. Intensitas cahaya juga diatur oleh macam aktivitas yang ada pada ruang hal yang demikian untuk kenyaman user. Contoh: ruang kerja dengan penerangan yang cukup, ruang tidur dengan lampu temaram supaya user dapat beristirahat tanpa merasa silau.
Setting additional, bagian ini bersifat dekoratif atau pemanis ruang, model: vas, lukisan, tanaman hias, dan sebagainya.

PRINSIP – PRINSIP DASAR

Terdapat tujuh prinsip dasar yang diwadahi dalam interior design, antara lain :

Unity and Harmony
Tidak suatu ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan dimana seluruh elemen yang ada saling melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasislkan komposisi yang berimbang.

Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan berarti tak “berat” sebelah. Seluruh terlalu condong ke sisi sebelah kanan atau kiri atau atas dan sebagainya. Ialah sesuatu yang berimbang akan menghasilkan unity dan harmony.

Keseimbangan dibagi menjadi 3 ialah:

Keseimbangan Simetris: Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen desain terbagi secara merata baik dari segi horizontal maupun vertikal. Gaya ini mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang mirip dari dua sisi yang berbeda.
Keseimbangan Asimetris: Keseimbangan asimetris terjadi saat berat visual dari elemen desain tak merata di poros tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk menempuh keseimbangan dengan tak beraturan.
Keseimbangan Radial: Contohnya saat seluruh element desain tersusun dan berkonsentrasi di tengah. Bisa: Tangga berbentuk spiral.
Vocal Point
Vocal Point disini maksudnya ialah aksen yang menjadi energi tarik ruangan. Bisa satu atau lebih. Bisa vocal point pada ruangan ialah jendela besar yang ada di ruangan, perapian atau dapat juga lukisan. Pemberian warna atau mendetail dan bentuk tertentu juga dapat diciptakan sebagai vocal point.

Irama
Dalam desain interior, irama ialah seluruh pola pengulangan tentang visual. Irama didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir.

Detail
Detail pada desain interior meliputi seluruh peralatan yang ada pada ruangan. Mulai dari furniture utama, furniture tambahan, hingga furniture artivasial. Detail-mendetail hal yang demikian juga berdampak besar terhadap suasana ruang yang tercipta.

Skala dan Proporsi
Kedua prinsip desain yang berjalan bersamaan, karena keduanya berkaitan dengan ukuran dan bentuk. Skala dan proporsi disini berdampak terhadap tingkat kenyamanan civitas yang berada di dalam ruangan.

Warna
Warna pada desain interior berdampak terhadap mood dan suasana ruang. Warna-warna yang soft akan cenderung menghasilkan suasana ruang yang menenangkan, walaupun warna-warna cerah akan memberikan suasana ruang yang menyegarkan.

KONSEP DESAIN INTERIOR

Ada sebagian konsep yang biasanya diaplikasikan dalam pembenahan desain, diantaranya :

1. Rustik

Secara harfiah, Rustik diartikan sebagai sesuatu yang simpel, tak berseni dan kasar. Rustic dalam bahasa Indonesia berarti ‘berkarat’ atau tua, dan memiliki tekstur yang kasar dan tak difinish-ing dengan baik. Konsep rustik ialah konsep yang berbasis pada kesadaran terhadap lingkungan dan dideskripsikan sebagai bermacam gaya yang menekankan pada alam serta elemen material yang belum terpabrikasi. Desain rustik ialah desain yang membawa suasana alam ke dalam ruangan. Gaya rustik dapat diartikan sebagai gaya dalam desain arsitektur dan interior yang menitikberatkan pada kesan natural, dari material yang tak difinish-ing atau dihaluskan, seumpama kayu, batu, logam, dan sebagainya

Desain interior bangunan bergaya rustik ialah desain yang mengutamakan bahan natural, berkarat, lapuk, dan di rancang menjadi elemen ruang. Dalam pemakaiannya terdapat sebagian bahan kunci yang dapat membuktikan desain rustik. Seperti kayu, batu alam, logam, dan sebagainya. Desain interior rustik modern akan membuat pengguna ruang merasa seperti kembali ke pedesaan tetapi dengan pemikiran masa kini. Gaya rustik mengutamakan perancangan suasna ruang supaya terasa hangat dan nyaman. Kaprah pada dasarnya, gaya rustik bermula dari rumah log kayu yang dibangun di daerah iklim kutub. Demi menghangatnkan diri, maka diaplikasikan material yang cocok dan compatible seperti logwood yang disusun di seluruh elemen ruang. Warna-warna yang diaplikasikan pada ruang rustik ialah warna yang membuat kesan hangat dan tenang seperti cokelat, cream, putih, dan sebagainya serta warna yang berkesan kuat seperti hitam, cokelat tua, dsb.

2. Konsep Klasik

Konsep klasik berasal dari gaya Yunani dan Romawi dimana konsep ini berbasispada susunan, keseimbangan, dan harmonisasi yang sempurna. Desain klasik tak termasuk elemen modern dan dampak yang terjadi saat ini. Interior klasik berangkat dari adat istiadat. Sebuah ruang yang didesain dengan konsep klasik memiliki banyak spot fokus. tungku api, meja besar, dan tangga yang megah ialah sebagian spot fokus yang tak jarang diaplikasikan. Konsep klasik menghasilkan tampilan yang megah dan mewah. Konsep ini sering diaplikasikan untuk menghasilkan citra terbaik dan sempurna karena memakai perhitungan filosofi arsitektur terkemuka pada zaman lampau. Kekurangan konsep klasik terletak pada pemakaian material yang lebih banyak dan tak efisien dalam waktu untuk cara kerjanya.

3. Konsep modern minimalis

Desain interiordengan gaya minimalis telah ada sejak lama, sehingga tak asing lagi gaya minimalis diaplikasikan untuk sebuah desain rumah. Meskipun-kira pada tahun 1920 silam, desain minimalis telah mulai berkembang tetapi belum seperti itu terkenal seperti saat ini. Barulah pada tahun 1990 konsep yang mengusung kesederhanaan ini mulai banyak diketahui orang dan terus mengalami perkembangan yang demikian itu cepat sepuluh tahun kemudian atau pada tahun 2000 hingga kini. Banyak orang berpendapat bahwa konsep minimalis ialah suatu desain yang akan menghasilkan ruang simpel tetapi konsisten memiliki nilai keindahan dan ruang yang lebih besar dan lapang. Contohnya konsep sejati dari desain minimalis tak cuma itu saja. Salah satu alasan utama dari munculnya desain minimalis ialah sebagai salah satu bentuk protes terhadap sebagian aliran arsitektur yang dianggap boros, dalam memakai bahan untuk bangunan yang tak ramah terhadap alam. Lazimnya pemakaian kayu yang berlebihan untuk bahan bangunan atau pembuatan interior yang diambil dari alam, walaupun manusia tak dapat memproduksinya sendiri.

Konsep minimalis lebih mengutamakan fungsi dari pemakaian bahan bangunan dan aksesoris secara lebih maksimal. Konsep ini juga selalu menghindari pemakaian ornamen atau hiasan rumah yang di anggap tak perlu. Sehingga efisiensi terhadap pemakaian bahan material mesti di batasi. ini menghasilkan tantangan bagi arsitek dalam membuat rancangan atau desain pada bangunan baru. Sehingga kini banyak bermunculan pandangan baru-inspirasi baru yang ditimbulkan oleh para arsitektur untuk mendapatkan komposisi baru yang kapabel menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

4. Konsep futuristik

Futuristik memiliki arti yang bersifat mengarah atau menuju masa depan. Citra futuristik pada ruang berarti citra yang mengesankan bahwa ruang itu berorientasi ke masa depan atau citra bahwa bangunan itu selalu mencontoh perkembangan jaman yang dijelaskan lewat ekspresi ruang. Konsep ini didasarkan pada energi pikir dan pemahaman desainer terhadap sebuah ruangan dan obyek obyek masa depan. memakai bahan bahan atau material logam/ kombinasi dan model yang awam diaplikasikan untuk pesawat ulang alik. Kelebihan konsep ini terletak pada desain yang bersifat iconic yang berbeda dengan lingkungan sekitar. Kekurangannya ialah pada harga material yang mahal karena kebanyakan mengandung elemen/ material logam dan kombinasinya sebagai finishing akhir

5. Konsep Eklektik

Ekletik berarti memadukan elemen terbaik yang ada dari tiap-tiap gaya. Anda membutuhkan ruang lebih besar untuk bereksperimen dalam nuansa eklektik yang memadukan warna, corak, dan aksesor. Kelebihan nuansa eklektik ialah menghasilkan rumah lebih segar, memikat, hangat, dan homey . Dalam gaya/style ini, anda dituntut untuk lebih peka sehingga dapat menyeimbangkan berjenis-macam elemen, rupa-rupa gaya yang disisipkan pasti lebih enak diamati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *